judul : Pitaloka - Cahaya
Pengarang : Tasaro
Penerbit : Aditera
Kondisi : Buku baru, masih segel
Harga : Rp. 20.000,- [harga toko : Rp. 39.500,-
Sinopsis :
BUKU
ini merupakan buku pertama dari trilogi yang berjudul Pitaloka
"Cahaya-Mahkota-Nirwana". Buku ini menceritakan konflik 3 pihak, yaitu
antara Raja Linggabhuwana dari kerajaan Surawisesa yang beribu kota di
Kawali melawan Yaksapurusa, seorang pimpinan atau gembong penjahat yang
sangat terkenal dan meresahkan masyarakat, serta kehadiran padepokan
baru yang dipimpin oleh orang bijak bernama Candrabhaga.
Dalam
novel ini, penulis mengadaptasi dari cerita sejarah tujuh abad silam,
Perang Bubat, 1357. Pitaloka adalah anak Raja Linggabhuwana. Ia
digambarkan sebagai sosok pendekar wanita dengan kemampuan silat yang
tinggi dan memiliki ilmu pedang tanpa nama yang berlandaskan pada ajaran
mulia gurunya, Candrabhaga.
Secara terselubung raja memasukkan
Pitaloka yang masih berumur sekitar 8 tahun sebagai salah satu murid
dengan nama samaran "Sannaha". Selama 4 tahun Sannaha menimba ilmu di
sana. Setelah misi tercapai, sang raja menitahkan untuk menutup dan
menghancurkan padepokan. Begitu bebas, Candrabhaga dan keluarganya
menyingkir ke barat dan menetap di lereng Pangrango.
Konflik
antara Raja Linggabhuwana dan Yuksapurusa dipicu oleh penyerbuan pasukan
raja ke tempat persembunyian Yaksapurusa. Hal ini menimbulkan dendam di
hati pimpinan penjahat tersebut. Bersama 4 pilar utama pembantunya,
yaitu anak kandungnya, Purandara (Elang Merah), Datu Tantra (Kuda
Putih), Brajagiri (Harimau Emas), dan Ghangga (Merak Hitam), Yaksapurusa
senantiasa berupaya mengganggu ketenteraman hidup Raja Linggabhuwana.
Lima
tahun setelah terusirnya Candrabhaga dari kota Kawali, Pitaloka yang
sudah tumbuh menjadi gadis remaja dengan kemampuan kanuragannya yang
semakin hebat dan kecantikannya yang tanpa cela, berangkat menuju lereng
Pangrango, tempat Candrabhaga mendirikan padepokan barunya. Baginya,
Candrabhaga adalah orang yang sangat dicintai dan dihormatinya. Ketika
Raja Linggabhuwana mengirim seribu prajurit untuk menghancurkan kembali
padepokan gurunya, Pitaloka pun bergegas menuju lereng Pangrango untuk
menyelamatkannya. Namun, sebuah konspirasi keji telah menunggunya.
Pitaloka bertekad untuk keluar sebagai pemenang.
Sebuah novel
yang menarik untuk dibaca, penuh aksi dan konflik. Sebuah keberanian
penulis dalam mengacak-acak realitas dan sejarah.
sp yg pny novel k 2 n k 3 ??