Kamis, 27 Desember 2012

judul : Pitaloka - Cahaya
Pengarang : Tasaro
Penerbit : Aditera
Kondisi : Buku baru, masih segel
Harga : Rp. 20.000,- [harga toko : Rp. 39.500,-

Sinopsis :
BUKU ini merupakan buku pertama dari trilogi yang berjudul Pitaloka "Cahaya-Mahkota-Nirwana". Buku ini menceritakan konflik 3 pihak, yaitu antara Raja Linggabhuwana dari kerajaan Surawisesa yang beribu kota di Kawali melawan Yaksapurusa, seorang pimpinan atau gembong penjahat yang sangat terkenal dan meresahkan masyarakat, serta kehadiran padepokan baru yang dipimpin oleh orang bijak bernama Candrabhaga.

Dalam novel ini, penulis mengadaptasi dari cerita sejarah tujuh abad silam, Perang Bubat, 1357. Pitaloka adalah anak Raja Linggabhuwana. Ia digambarkan sebagai sosok pendekar wanita dengan kemampuan silat yang tinggi dan memiliki ilmu pedang tanpa nama yang berlandaskan pada ajaran mulia gurunya, Candrabhaga.

Secara terselubung raja memasukkan Pitaloka yang masih berumur sekitar 8 tahun sebagai salah satu murid dengan nama samaran "Sannaha". Selama 4 tahun Sannaha menimba ilmu di sana. Setelah misi tercapai, sang raja menitahkan untuk menutup dan menghancurkan padepokan. Begitu bebas, Candrabhaga dan keluarganya menyingkir ke barat dan menetap di lereng Pangrango.

Konflik antara Raja Linggabhuwana dan Yuksapurusa dipicu oleh penyerbuan pasukan raja ke tempat persembunyian Yaksapurusa. Hal ini menimbulkan dendam di hati pimpinan penjahat tersebut. Bersama 4 pilar utama pembantunya, yaitu anak kandungnya, Purandara (Elang Merah), Datu Tantra (Kuda Putih), Brajagiri (Harimau Emas), dan Ghangga (Merak Hitam), Yaksapurusa senantiasa berupaya mengganggu ketenteraman hidup Raja Linggabhuwana.

Lima tahun setelah terusirnya Candrabhaga dari kota Kawali, Pitaloka yang sudah tumbuh menjadi gadis remaja dengan kemampuan kanuragannya yang semakin hebat dan kecantikannya yang tanpa cela, berangkat menuju lereng Pangrango, tempat Candrabhaga mendirikan padepokan barunya. Baginya, Candrabhaga adalah orang yang sangat dicintai dan dihormatinya. Ketika Raja Linggabhuwana mengirim seribu prajurit untuk menghancurkan kembali padepokan gurunya, Pitaloka pun bergegas menuju lereng Pangrango untuk menyelamatkannya. Namun, sebuah konspirasi keji telah menunggunya. Pitaloka bertekad untuk keluar sebagai pemenang.

Sebuah novel yang menarik untuk dibaca, penuh aksi dan konflik. Sebuah keberanian penulis dalam mengacak-acak realitas dan sejarah.

sp yg pny novel k 2 n k 3 ??

Sabtu, 21 Juli 2012

donna donna: Joan Baez


On a waggon bound for market
There?s a calf with a mournful eye.
High above him there?s a swallow,
Winging swiftly through the sky.
How the winds are laughing,
They laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summers night.
Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.
?Stop complaining!??? said the farmer,
Who told you a calf to be?
Why don?t you have wings to fly with,
Like the swallow so proud and free?
Calves are easily bound and slaughtered,
Never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
Like the swallow has learned to fly.

Selasa, 10 Juli 2012

intelektual &cerdas hati

mrk mrk yg intlktual, entah itu komunis, nasionalis,agamis,sosialis,bhkn liberalis, bs gx y brsatu mmbangun bangsa ini? hahaha mimpi kali gw y..susah si kl ud sm sm 'pintar'semua mrsa paling pantas mmimpin. coba kl 'pintar' diganti jd 'cerdas'. cerdas hati.mk tak kan ada rakyat yg dibodohi.

Jumat, 06 Juli 2012

like a Zinirah

gadis suci yg berani di medan juang, kilatan  pedang tx surutkn cintamu pd ilahi
Matamu jadi taruhan
 Zinnirah kau gadis pilihan
Hiasan dunia
bidadari di embun firdausi.

adakah sprtimu saat ini?

Selasa, 03 Juli 2012

toga

kejar toga demi ayah, demi ibu, ya demi sebuah pengakuan. lagi lagi niat mesti diluruskan. jika tidak percuma saja. tak apalah biasa. yang penting luar biasa dimata Allah. jangan silau dengan pujian